Bom Bunuh Diri Meledak, Petinggi Afghan dan Pejabat NATO Jadi Korban

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL – Seorang pejuang Taliban dengan mengenakan seragam polisi, Sabtu (28/5), meledakkan dirinya dalam sebuah kompleks yang dijaga ketat aparat keamanan. Si pelaku meledakkan diri ketika para petinggi Afghan dan pejabat NATO akan meninggalkan lokasi usai menggelar pertemuan.

Serangan ini menewaskan dua komandan senior polisi Afghanistan dan melukai seorang jenderal Jerman yang mengepalai pasukan koalisi di utara Afghanistan. Selain itu, dua tentara Jerman dan dua warga Afghanistan juga tewas akibat serangan tersebut.

Serangan ini terjadi beberapa pekan sebelum rencana penarikan pasukan AS mulai dilakukan musim panas nanti. "Pelaku bom bunuh diri meledakkan rompinya yang sarat bahan peledak di dalam kompleks gubernur di provinsi Takhar, di mana para pejabat tinggi Afghanistan bertemu dengan pejabat koalisi internasional," kata Faiz Mohammad Tawhedi, juru bicara gubernur.

"Yang kita tahu, orang yang melakukan serangan itu memakai seragam polisi. Bagaimana dia memasuki ruang pertemuan dan mengapa dia tidak digeledah, kita tidak tahu," Tawhedi menambahkan.

Di antara korban yang tewas adalah Jenderal Daud Daud, komandan polisi regional di Afghanistan utara. Daud adalah mantan Wakil Menteri Dalam Negeri untuk Kontra-Narkotika dan mantan pengawal Ahmad Shah Massoud, pemimpin Tajik karismatik yang memimpin Aliansi Utara. Massoud tewas akibat ledakan bom bunuh diri yang dilakukan Al-Qaidah, dua hari sebelum serangan 11 September 2001 yang memprovokasi invasi AS ke Afghanistan.

Korban lainnya adalah Kepala Kepolisian Provinsi Takhar, Jenderal Shah Jahan Noori, yang juga menjabat sebagai sekretaris gubernur dan salah seroang pengawal Daud. Sementara itu, Jenderal Markus Kneip, komandan pasukan NATO di utara Afghanistan, hanya menderita luka akibat serangan tersebut.