pakar biologi

Pakar biologi Kristen menggugat Woods Hole Oceanographic Institution, Massachusetts yang memecatnya hanya karena ia menolak teori evolusi

Hidayatullah.com--Seorang pakar biologi Kristen menggugat Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts yang telah memecatnya. Menurutnya, ia dipecat karena menolak teori evolusi, sebut pengacara yang terlibat dalam kasus tersebut, belum lama ini.

Dalam gugatan yang diajukan Senin lalu di Pengadilan Distrik AS di Boston, Nathaniel Abraham - warga negara India yang mengaku sebagai seorang "umat Kristen taat Injil" - mengatakan ia dipecat pada 2004 karena ia tidak mau menerima teori evolusi sebagai fakta ilmiah.

Perdebatan akademis paling baru tentang sains dan agama di AS tersebut, pertama kali dilaporkan di suratkabar The Boston Globe, Jumat. Firma Hukum Gibbs di Florida yang mewakili Abraham, mengatakan bahwa ia ingin menuntut ganti rugi sebesar US$ 500.000.

Spesialis ikan zebrafish itu mengungkapkan, haknya telah dilanggar saat ia diberhentikan tidak lama setelah mengatakan kepada pimpinannya bahwa ia tidak menerima teori evolusi karena ia yakin Injil menyampaikan kisah penciptaan manusia yang sebenarnya.

Sebagai penganut paham creationisme - seperti Judaisme, Kristen dan Islam - Abraham yakin Tuhan membuat dunia dalam enam hari, seperti disebutkan dalam Kitab Kejadian.

Dalam sebuah pernyataan, Woods Hole Oceanographic Institution - pusat riset non-profit di Cap Code yang didanai pemerintah federal - membenarkan tindakannya dan yakin telah bertindak sesuai hukum. Selain itu, mereka juga merasa tidak bersikap diskriminatif.

Abraham yang dipecat delapan bulan setelah dipekerjakan, mengaku ia bersedia melakukan riset dengan menggunakan konsep evolusi. Namun ia diminta untuk menerima teori evolusi Darwin sebagai fakta ilmiah atau terpaksa kehilangan pekerjaan.

Komisi Anti Diskriminasi Massachusetts menolak kasus tersebut tahun ini. Dikatakan, permintaan Abraham untuk tidak bekerja berdasarkan aspek riset evolusioner akan menyulitkan Woods Hole Oceanographic Institution yang bekerja berdasarkan teori evolusi.

Abraham menuturkan, persyaratan itu tidak pernah cantumkan dalam iklan lowongan pekerjaan. Ditambahkan juga, pemecatannya membuat ia menderita kerugian secara materi dan mental.

Kasus ini telah memicu ketegangan antara para ilmuwan yang menganggap penganut creationisme sebagai anti-sains dan kelompok Kristen evangelis yang berpendapat bahwa perlindungan terhadap kebebasan beragama dalam konstitusi AS telah berubah sesuai aturan ilmiah.

Abraham (35 tahun) yang kini menjadi profesor biologi di Liberti University, perguruan tinggi Baptis di Virginia yang didirikan oleh Rev. Jerry Falwell, seorang pastor Kristen kutipan dari hidayatullah.com