Libanon Persiapkan Aduan Resmi ke PBB atas Perangkat Mata-mata Israel

Eramuslim-Presiden Libanon sedang mempersiapkan untuk mengajukan keluhan resmi ke Dewan Keamanan PBB atas perangkat mata-mata Israel, yang ditemukan di dua wilayah terpisah di dekat Beirut, Radio Angkatan Darat pada hari Jum'at ini mengatakan (17/12).

Militer Libanon mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa pihaknya telah menemukan dua perangkat instalasi mata-mata Israel di wilayah pegunungan dekat Beirut dan Lembah Bekaa - satu di gunung Sannine dan lainnya di gunung Barouk.

Sementara mengumumkan niatnya untuk menyampaikan keluhan resmi ke PBB, Presiden Libanon Michel Suleiman memuji pada hari Kamis kemarin tentang pentingnya kerjasama antara Angkatan Bersenjata Libanon dan Hizbullah, yang membantu mengungkap pelanggaran mata-mata Israel."

Pada hari Kamis, stasiun radio Voice of Lebanon melaporkan bahwa ledakan yang terdengar di Libanon pada Rabu malam merupakan ulah Angkatan Udara Israel untuk menghancurkan sebuah perangkat spionase yang dipasang di lepas pantai kota Sidon.

Hal ini masih belum jelas apakah ada hubungan antara perangkat yang disinyalir dibom di dekat Sidon dan instalasi mata-mata yang ditemukan militer Libanon di pegunungan.

Foto perangkat mata-mata, dirilis pada Kamis kemarin, menunjukkan perangkat yang bertuliskan "awan kecil" dalam bahasa Ibrani, bersama dengan nama produsen - "Beam Systems Israel Ltd" - dalam bahasa Inggris.

Menurut laporan, instalasi mata-mata itu termasuk peralatan fotografi serta laser dan peralatan siaran.

Sistem ini ditemukan di gunung Sannine termasuk kamera, perangkat untuk mengirim foto dan ketiga alat untuk menerima sinyal, kata militer tentara Libanon. Perangkat yang ditemukan di Barouk "jauh lebih rumit."

Militer Libanon mengatakan mereka berencana untuk menghapus kamera dan mendesak warga untuk menginformasikan kepada pihak berwenang mengenai benda yang mencurigakan yang mereka temukan. Militer telah diberi informasi mengenai sistem mata-mata ini oleh kelompok militan Hizbullah, tentara Libanon mengatakan dalam sebuah pernyataan.(fq/hrzt)