Jalan Cinta” Kampung Bujang India

Lebih 100 lelaki bujangan bergotong royong membangun jalan untuk dapatkan “jalan cinta” dan wanita idaman









Hidayatullah.com--Lebih dari 100 bujangan di Bihar, India berusaha membangun sebuah jalan sejauh 6 km (3,7mil) guna membantu niat mereka untuk mendapat gadis idaman dan bisa menikah. Desa Barwaan Kala, di barat Bihar, terletak berada di kawasan pegunungan Kaimur yang cukup tinggi dan desa ini dijuluki "Desa orang bujangan".

Kita mungkin biasa mendengar julukan bujang, tetapi di India, perkataan itu seakan lebih bermakna untuk mewujudkan ‘jalang cinta’ di sebuah kawasan pedalaman terpencil.

Inilah keunikan Barwaan Kala, sebuah perkampungan terpencil yang terletak di tengah-tengah kawasan perbukitan bukau dan hutan tebal di Kaimur, wilayah Bihar di utara India.

Akibat lokasinya yang terpencil dan terputus dari dunia luar, kawasan ini cuma dikelilingi bukit bukau yang menghijau serta pondok kayu sunyi senyap.



Namun, di balik ketenangan dan anugerah hijau segarnya alam, terbukti tidak mampu memadamkan keresahan 120 penduduk lelaki yang masih membujang. Mereka yang umumnya berusia antara 16 tahun hingga 80 tahun justru merindukan hadirnya kasih sayang wanita atau lebih tepat, seorang istri.

Sekedar catatan, selain helikopter, Barwaan Kala hanya dapat dihubungi dengan jalan kaki. Itupun sukarnya minta ampun. Sebab di sana bukan seperti jalan kaki biasa. Perjalanan dua jam nai-turun kawasan curam yang sangat berbahaya menyebabkan banyak wanita dan calon isteri hengkang dari tempat itu.

Selain itu, para wanita dan gadis yang dilahirkan di Barwaan Kala disuruh pergi untuk tinggal bersama keluarga di tetangga desanya agar dapat menemukan suami (jodoh) dengan harapan yang jauh lebih baik.

Selain faktor posisi desa mereka yang sulit dijangkau, warga desa lain takut akan militan Maois yang beroperasi di kawasan itu. Kantor polisi dan rumah sakit yang terdekat di desa itu berjarak 45 km (28 mil). Dengan kondisi tanpa pembangunan di desa itu, banyak keluarga dari pihak luar enggan menikahkan gadis mereka dengan pemuda di desa itu.

"Masalah terbesar bagi kami dan orang luar adalah sulitnya menjangkau daerah kami di perbukitan," keluh Ram Lal Yadav (40 tahun) yang juga masih bujangan.

Amarnath Tewary, seorang wartawan untuk The Pioneer, mengatakan, "Telah terjadi kepergian banyak kaum perempuan - untuk mencari orang-orang dari dunia luar," katanya dikutip The Times.

Sekarang 120 orang bujang desa itu sudah mulai membangun jalan mereka sendiri untuk mendapatkan wanita. Sekedar diketahui, pesta pernikahan di desa ini terakhir kali digelar 50 tahun yang lalu. "Mereka yang berhasil menikah, itupun dengan kaum kerabat terdekat," jelas Ram Chand Kharwar, seorang pria berusia 50 tahun yang masih bujangan.

Chandrama Singh Yadav, seorang aktivis sosial yang ikut mengorganisir usaha ini mengatakan, "Ini adalah laki-laki yang memenuhi syarat namun kenyataan dunia tidak dapat menjangkaunya. Ada banyak perempuan di sekitarnya. Jalan adalah satu-satunya jawaban terbaik,” ujarnya.

“Kalan Cinta”

Berikutan kemelut itu, penghuni Kampung Bujang ini melakukan usaha. Satu-satunya cara guna mengatasi masalah ini adalah dengan menghubungkan kawasan tersebut dengan dunia luar, sekaligus guna mendapatkan wanita idaman.

Mereka akhirnya setuju untuk bergotong royong membangun jalan raya sepanjang enam kilometer yang diharapkan menjadi jambatan menghubungkan mereka dengan calon isteri dari kawasan lain.

Kini, para pemuda desa memutuskan sendiri untuk mengambil tindakan. Dengan peralatan sederhana yang mereka miliki seperti sekop, cangkul, pahat, martil, dan lain sebagainya, para bujangan dari desa Barwaan Kala ini membuat sebuah jalan yang bisa mengakses ke desa mereka.

Hingga kini dalam kurun waktu satu bulan setengah, mereka sudah membuka jalan sepanjang 3 km (1,8 mil) menuju kawasan perbukitan. Tinggal sekitar 3 km lagi jalan tersebut rampung dan menghubungkan desa mereka ke distrik Bhabhua.

Janji Caleg

Harapan para bujangan di desa itu mendapat titik terang setelah seorang calon legislative (caleg) dari sebuah partai dalam kampanyenya mengunjungi desa itu. Ram Chandra Singh Yadav berjanji kepada 1.500 warga di sana bahwa dia tidak akan menikah juga jika dia tidak membangun sebuah jalan bagi warga desa itu.

Wargapun memercayai kata-katanya, dan sudah pasti memilih Yadav sehingga ia berhasil terpilih dalam pemilu 2005. Namun, seusai kemenangannya, anggota Dewan Legislatif ini mengingkari janjinya, dia menikah pada tahun berikutnya dan sekarang mempunyai seorang putri.

Hampir selama satu bulan setengah, jalanan sepanjang dua kilometer pun sudah terbentang di kawasan perbukitan tersebut. Sayangnya mereka masih menghadapi hambatan peraturan dalam usaha meningkatkan jumlah orang yang menikah di kampung itu. Ternyata, kawasan tersebut merupakan daerah suaka marga satwa yang dilindungi negara, dan pemerintah setempat meminta warga Barwaan Kala. [times, bh/cha, www.hidayatullah.com]