Pemkab Banyuwangi Akan Patenkan Hasil Kesenian


Kesenian Banyuwangi yang beragam jenisnya akan segera diurus hak patennya oleh pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, yang tidak ingin kesenian Blambangan yang sudah berusia ratusan tahun diakui negara lain.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi, Hadi Sucipto, mengatakan bahwa selain kekayaan panorama alam, potensi kesenian Banyuwangi yang cukup besar dapat menarik wisatawan untuk mendatangi Bumi Blambangan itu.

"Kesenian yang ada perlu dilestarikan dan akan diurus patennya di Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Kesenian yang dimiliki Banyuwangi di nya tari gandrung, janger, seblang, patrol, hadrah kuntulan, kebo-keboan, jaranan butho, angklung carok, macopatan lontar Yusuf, dan patrol," katanya, Selasa.

"Kalau tidak segera diurus, bisa-bisa kesenian asal Banyuwangi diakui oleh negara lain. Beberapa motif ukiran Bali juga diklaim oleh orang asing," katanya.

Hadi mengemukakan, saat ini pemkab bersama sejumlah budayawan sedang membahas kesenian Banyuwangi yang perlu diurus hak patennya. Langkah yang dilakukan pada 2009 mulai mendata kesenian yang ada di Banyuwangi.

Budayawan yang dilibatkan dalam penulisan kesenian Banyuwangi, lain Sahuni dan Sumitro Hadi. Mereka akan dibantu Mas Momok, seniman Using yang piawai mencermati gerak dasar tarian Banyuwangi.

"Budayawan akan menulis buku tentang kesenian Banyuwangi. Diperkirakan tokoh budaya selesai menulis buku pada semester pertama. Kemudian pada semester kedua, Pemkab dan budayawan mengadakan seminar kesenian Banyuwangi," katanya menambahkan. (*)