Main PS Kena Razia

Polsek Kalibaru merazia siswa yang diduga sering bolos sekolah siang kemarin (6/2). Empat pelajar SLTP kena ciduk saat main play station (PS) di salah satu penyewaan di Desa Kalibaru Kulon.

Empat siswa yang berasal dari tiga sekolah yang berbeda di wilayah Kalibaru itu adalah Bgs, And, Iqb, dan Fbr. Dari empat siswa itu, Bgs dan Fbr ternyata berstatus kakak adik. "Saya kakaknya," cetus Fbr sambil cengengesan.



Selain membawa empat siswa itu, polisi juga mengamankan Slamet, pemilik rental PS yang tinggal di Desa Kalibaru Kulon. Setelah dimintai keterangan dan diberi pembinaan, empat siswa dan pemilik rental PS dilepas lagi. "Kami beri pembinaan," ujar Kapolsek Kalibaru, AKP Supriyadi.

Razia tersebut dilakukan sekitar pukul 09.30. Sebelumnya, warga melaporkan ada beberapa siswa berseragam yang main di rental PS milik Slamet. Dari laporan itu, beberapa anggota langsung meluncur ke lokasi.

Melihat polisi datang, para siswa ini sempat lari semburat. Mereka meninggalkan sepatu di tempat penyewaan PS. Berkat bantuan warga, para siswa itu berhasil digaruk. Saat ditangkap, Bgs sempat menangis histeris.

Kepada polisi, empat siswa yang semuanya warga Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru itu mengaku terus terang kalau bolos sekolah. "Kami takut dihukum kalau masuk, sempat kami datang terlambat," dalih Fbr.

Menurut Fbr, keterlambatannya di sekolah bukan disengaja. Dari rumahnya di lereng Gunung Raung, tidak ada angkutan. Satu-satunya kendaraan hanya truk milik perkebunan.

"Tadi itu truk datangnya telat, jadi kami tiba di Kalibaru agak siang. Takut dimarahi guru, ya sekalian membolos dan main PS," ujar And.

And mengungkapkan, truk perkebunan itu kadang berangkat pukul 06.00. Kadang kala, truk itu berangkat pukul 07.00. "Sampai di Kalibaru butuh waktu sekitar satu jam," cetus And.

Kapolsek AKP Supriyadi mengatakan, razia yang dilakukan ini untuk mengurangi jumlah siswa yang sering bolos sekolah. Selain itu, juga menghindari adanya kenakalan remaja dan premanisme. "Razia seperti ini akan terus kita lakukan," katanya.