Chavez Jadi presiden Abadi


CARACAS - Tiket menjadi pemimpin seumur hidup Venezuela kini berada di tangan Presiden Hugo Chavez. Itu terjadi setelah tokoh anti-Amerika Serikat tersebut memenangkan referendum tentang perubahan masa jabatan presiden yang diselenggarakan pada Minggu lalu (15/2).

''Mereka yang memilih 'ya' sudah memberikan suara untuk sosialis, untuk revolusi,'' seru Chavez di hadapan ribuan pendukung yang merayakan kemenangan di sekitar Istana Kepresidenan di Caracas kemarin (16/2).

Perayaan itu ditandai kembang api yang tak henti dinyalakan. Associated Press juga melaporkan, dalam kesempatan tersebut, seorang pendukung Chavez berjalan di tengah kerumunan sambil mengusung spanduk bertulisan Forever (Abadi).

Hingga kemarin, pemerintah sudah berhasil menghitung sekitar 94 persen total suara yang masuk. Hasil resmi sementara menunjukkan kemenangan kubu Chavez dengan dukungan 54 persen suara. Sedangkan mereka yang memilih ''tidak'' hanya memperoleh 46 persen suara. Dengan hasil itu, amandemen undang-undang kepresidenan seperti yang diinginkan pemimpin 54 tahun tersebut pun akan segera terjadi.

Jika sebelumnya masa jabatan presiden Venezuela dibatasi dua kali, dengan amandemen tersebut, Chavez bisa terus memimpin sampai akhir hayatnya. Tentu dengan catatan, dia menang di setiap pemilihan presiden, mulai yang terdekat pada 2012 mendatang. Namun, menengok popularitasnya, terutama di kalangan menengah ke bawah, kans Chavez untuk terus terpilih sangat besar. Apalagi, menurut Agence France-Presse, belakangan kebijakan-kebijakannya semakin populis.

Meski menerima dengan lapang dada kemenangan Chavez, para pemimpin oposisi khawatir referendum itu bakal menjadi gerbang lahirnya diktator Venezuela. ''Kecuali Tuhan dan rakyat berkehendak lain, serdadu ini (Chavez) akan selalu menjadi kandidat (presiden),'' ujar kubu oposisi.

Sejak kali pertama terpilih pada 1998, Chavez sudah menegaskan bahwa dirinya akan tetap duduk di kursi presiden hingga 2049. Saat itu dia berusia 95 tahun. Namun, analis minta Chavez agar tidak terlalu percaya dir