batasan ilmu

Pemenang Nobel penghargaan mengatakan bahwa para ilmuwan harus menerobos batasan-batasan antara kedisiplinan dan negara untuk menemukan solusi beberapa pertanyaan penting yang belum terjawab.

“Saya kira ini merupakan sebuah tantangan besar bagi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan akan menyatu. Batasan ilmu yang membedakan antara fisika, kimia dan biologi akan semakin pudar seiring berjalannya waktu, “kata Gerhard Ertl, pemenang Nobel Kimia tahun ini dalam jumpa pers hari Jumat kemarin.

Ia mengatakan penelitian juga melebihi batasan nasional.

“Ilmu pengetahuan adalah mi-lik dunia. Sehingga tidak ada yang namanya ilmu pengetahuan Tiong-kok, tidak ada yang namanya ilmu pengetahuan Jerman, tidak ada yang namanya ilmu pengetahuan Amerika. Hal ini berarti seluruh hasil pertukaran bebas antara negara-negara berbeda sangat diperlukan,” kata Ertl.

Para ilmuwan berkumpul di ibukota Swedia dalam perayaan Nobel mingguan di mana mereka akan menerima medali dari raja Swedia.

Leonid Hurwicz, pemenang Nobel penghargaan bidang ekonomi dan tokoh paling tua yang menerima Nobel berhalangan ha-dir. Pujangga sastra Doris Lessing juga berhalangan hadir dikarenakan kondisi fisiknya yang kurang sehat.
Eric Maskin dari School of Social Sciences di Institut Studi Lanjut di Princeton, New Jersey, yang memenangkan penghargaan ekonomi bersama Roger Myerson dari Universitas Chicago dan Hurwicz dari Universitas Minnesota, mengatakan bahwa studi ekonomi menyentuh segala bidang mulai dari fisikologi hingga ekologi.

“Saya kira ini akan menjadi trend di masa depan,” kata Maskin.

“Terlalu sering kita menyaksikan perusahaan-perusahaan kita terbagi ke dalam banyak disiplin ilmu berbeda, entah itu ekonomi, antropologi, evolusioner biologi atau ekologi, namun batasan ini hanya buatan saja. Tidak ada alasan untuk mempertahankan batas-an-batasan itu dan saya penuh harapan bahwa dengan berlalunya waktu berbagai batasan akan mulai menghilang.”

Myerson mengatakan berbagai pilihan kebijakan utama seperti bagaimana menghadapi pemanas-an global juga harus dikaitkan di banyak disiplin ilmu. “Ini bukan hanya sebuah masalah krusial bagi dunia, atau sebuah berita tahun ini yang berkaitan dengan penghargaan Nobel lainnya di Oslo, namun ini merupakan sebuah contoh yang baik di mana ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial dapat berjalan bersamaan, dan kita perlu memikirkan me-ngenai keduanya.”

Jawaban terkait pemanasan global berada pada ilmu pengetahuan yang sulit, katanya.

“Pada akhirnya apabila sesuatu akan selesai dilakukan, akan ada sebuah masalah sosial terkait terciptanya institusi internasional yang akan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang disarankan riset alam kami.”

Didesak mengenai ke depan-nya, banyak peserta forum menga-takan tentang tugas penting yang diselesaikan berkenaan masalah “batas”, “batasan” atau “titik temu” pada dua atau lebih disiplin ilmu.

Ilmuwan Perancis Albert Fert, yang bersama dengan ilmuwan Jerman Peter Gruenberg meme-nangkan Nobel Ilmu Alam tahun ini sekaligus pencetus teknologi inovasi ramah pelanggan seperti pemutar musik iPod, mengatakan bahwa ia tertarik pada hal elektronik molekul.

Dalam renungannya, Myerson menemukan bahwa mengapa beberapa negara terlihat sangat kaya dibanding lainnya padahal sumber daya alam dan manusia yang ter-sedia hampir sepadan, sebuah pertanyaan yang diistilahkan sebagai dark matter dalam ilmu ekonomi, akan memerlukan sebuah kesatuan antara ilmu pengetahuan politik dan teori ekonomi.

“Metodologi yang paling menjanjikan bagi saya adalah sebuah penyatuan yang sebenarnya,” katanya.

hidayatullah.com