Umbar Rahasia Negara, Wikileaks Jadi Target Gempuran Hacker

LONDON (Berita SuaraMedia) - Situs whistle blower, Wikileaks, situs nirlaba yang memaparkan dokumen-dokumen rahasia serta fakta-fakta seputar dunia militer di dunia, mengabarkan bahwa laman situsnya baru saja digempur hacker kemarin.

Penyebabnya disinyalir karena WikiLeaks merilis lagi ribuan dokumen rahasia.

Dalam akun Twitter resminya, pihak Wikileak melontarkan pernyataan ini.

Menurut mereka setelah beberapa dokumen rahasia negara berhasil dipaparkan ke publik, beberapa serangan hacking mencoba membobol jaringan situs tersebut.

"Saat ini kami jaringan kami sedang berusaha dibobol dengan serangan distributed denial of service (DDOS)," tulis pihak Wikileaks, seperti diberitakan Telegraph.

Dipaparkan Wikileaks, meski nantinya jaringan IT mereka tidak mampu bertahan terhadap serangan tersebut, beberapa koran harian atau media cetak akan tetap mempublikasikan dokumen rahasia AS yang berhasil mereka miliki.

Wikileaks berjanji akan terus mempublikasikan dokumen-dokumen lain terkait kerja sama rahasia antara AS dengan negara lain.

Kemungkinan serangan dan kecaman yang diterima Wikileaks akan lebih besar ketimbang saat mereka mempublikasikan dokumen perang Irak dan Afganistan.

Departemen pertahanan AS mengklaim jika publikasi dokumen rahasia yang dilakukan oleh Wikileaks bisa membahayakan nyawa banyak orang. Namun pendiri Wikileaks, Julian Assange malah menuduh pemerintah AS ketakutan.

Dokumen-dokumen tersebut telah dipublikasikan oleh beberapa media, antara lain adalah El Pais milik Spanyol, Le Monde dari Prancis, Speigel Jerman, The Guardian dan The New York Times.

Hingga kini, Wikileaks mengakui baru mempublikasikan 200 dari 251.287 data. Meski dapurnya diserang DDoS, pengunjung tetap dapat mengaksesnya di WikiLeaks.org. (ar/ok/vs)