Mengenang As-Syahid Amir Khattab Syaiful Islam

www.ismaku.blogspot.com: Sewaktu Rusia mundur dari Chechnya, mereka sudah berjanji akan kembali lagi. Kali ini Rusia yang dipimpin Putin sudah mempersiapkan dengan matang untuk menyerang dan merebut kembali Chechnya dari tangan para mujahidin. Mereka merasa yakin dapat dengan mudah merebut Chechnya setelah mempelajari setiap gerak-gerik mujahidin. Padahal mereka tidak tahu Khattab dan para mujahidin lain sudah mempersiapkan kejutan untuk mereka.

Operasi yang terkenal saat perang Chechnya kedua ini ialah operasi Ramadhan 1419 H, waktu itu mujahidin benar-benar memberi pelajaran yang tak terlupakan bagi tentara Rusia dan serangan ke markas OMON (Pasukan Khusus Komando Rusia), operasi ini juga berhasil direkam dengan video oleh mujahidin.

Perlu diketahui semua operasi mujahidin di Chechnya terlebih dahulu meminta persetujuan dari Majelis Syuro ?? Mujahidin yang pada waktu itu diketuai oleh Asy-Syahid(Insya Allah) Syaikh Abu Umar Asy-Syaif Rahimahullah (murid Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin Rahimahullah).

Masa-Masa Menuju Ke Alam Baqa ??

Antara coretan yang ada di buku sekolah Khattab sewaktu muda:

Setetes racun akan membunuhmu,

Dan menjadikanmu tak mampu berbuat apapun,

Kehidupan adalah perjuangan,

Menyelamatkanmu dari tetesan itu,

Tetapi tetap menuju fana ??,

Maka pilihlah cara yang baik bagimu mati,

Yang membawa kemuliaan di surga,

Dan jangan sampai kamu mati hanya karena urusan dunia,

Yang akan melemparmu ke neraka,

?? ??.Jika Allah memberi umur panjang dan memberi kesempatan kita berjihad sampai 5 atau 10 tahun lagi, dengan itu semua kita hanya memohon kepada Allah SWT agar sudi menjauhkan kita dari api neraka, sudi memberikan rahmat-Nya kepada kita, dan mendekatkan diri kita ke surga-Nya ??.. ?� (Amir Khattab Rahimahullah).

Setelah 14 tahun berada di medan jihad, akhirnya Khattab syahid pada Maret 2002. Khattab tidak mati terbunuh di medan pertempuran, Khattab tidak mati terbunuh karena terkena peluru atau karena pecahan bom, atau ditengah gempuran jet tempur yang sering beliau alami semasa hidupnya. Seluruh kekuatan militer Rusia tidak mampu menyentuh tubuh Khattab yang telah memaksa mereka merasakan pahitnya kekalahan. Namun beliau meninggal dunia justru dalam keadaan tenang bersama teman-temannya sesama mujahidin.

Khattab meninggal sebagai korban pengkhianatan. Khattab dibunuh oleh salah seorang kurir surat beliau. Kurir surat tersebut melumuri racun di surat yang dikirim untuk Khattab dari salah seorang pimpinan mujahidin. Waktu itu umurnya belum genap mencapai 33 tahun, tetapi hampir separuh umurnya dihabiskan di medan jihad.

Semenjak Khattab meninggalkan rumah pada usia remaja, beliau belum pernah kembali. Beliau pernah berkata: "Perkara utama yang menghalang kita semua dari berjihad adalah keluarga kita. Semua kami yang datang ke sini, datang tanpa persetujuan keluarga kami. Seandainya kami mengikuti kehendak mereka dan pulang ke rumah masing-masing, siapakah yang akan meneruskan kerja yang sedang kami lakukan ini? Setiap kali aku menelepon ibuku, malah sekarangpun, beliau akan memintaku pulang ke rumah, walaupun aku sudah 12 tahun tidak bertemu dengannya. Seandainya aku pulang untuk menemui ibuku, siapakah yang akan meneruskan kerja ini?".

Abu Umar saudara kandung Khattab bercerita: ??Kami kehilangan seorang pemimpin, juga seorang saudara yang sangat kami cintai, kami sempat terguncang dan merasa kehilangan, khususnya diri saya sendiri. Setelah mendengar kabar itu, saya beranjak ke rumah ibu dan menceritakan berita itu. Saya berusaha menahan diri saat berjumpa dengan ibu, namun tak mampu, saya pun menangis di hadapan ibu ?�.

Bergembiralah wahai ibunya Khattab seluruh teman-temannya menjadi saksi bahwa Khattab tidak pernah mundur dari barisan depan saat pertempuran, Rasulullah SAW bersabda: ??Syahid terbaik adalah mereka yang berada dalam pertempuran tidak memalingkan mukanya ke belakang sampai mereka terbunuh, mereka bersenang-senang di kamar-kamar di derajat yang tinggi dalam jannah, dan Allah pun tertawa kepadanya, jika Allah tertawa kepada seorang hamba di dunia, maka kelak di akherat dia tidak akan dihisab amal perbuatannya. ?