9.400 Lebih Pejuang Muslim Beroperasi di Thailand Selatan

Thailand Selatan (Voa-Islam.com) - Sebuah laporan dari Pusat Aministrasi Provinsi Perbatasan Selatan mengatakan bahwa saat ini ada lebih dari 9,400 pejuang Muslim aktif yang ada di provinsi selatan Thailand yang bergolak.

Pusat Administrasi tersebut kemarin (10/06) mengutip laporan intelijen keamanan Thailand yang mengatakan bahwa ada sekitar 9.417 pejuang Muslim di wilayah itu.

Dari jumlah itu, 1.529 adalah para tokoh, 2.708 adalah operator lapangan dan 5.180 orang di klasifikasikan sebagai pendukung. Angka-angka tersebut diperbarui pada bulan Februari oleh pejabat intelijen yang bekerja di provinsi-provinsi perbatasan selatan.

Aparat keamanan telah menahan 17 tokoh, 17 operator lapangan dan 154 pendukung yang diduga terlibat dengan kelompok pejuang Muslim, kata SBPAC.

Para pejuang Muslim selatan melihat diri mereka memiliki posisi tinggi dalam kampanye perang gerilya mereka melawan pemerintah, kata laporan itu.

Para pejuang Muslim Patani percaya bahwa mereka dapat menyerang pasukan keamanan Thailand di mana saja dan pada setiap waktu serta dapat menciptakan lebih banyak korban dalam serangan-serangan balasan, katanya.

..pejuang Muslim Patani percaya bahwa mereka dapat menyerang pasukan keamanan Thailand di mana saja dan pada setiap waktu serta dapat menciptakan lebih banyak korban dalam serangan-serangan balasan..

Sementara itu dalam serangan terbaru yang dilakukan oleh pejuang Muslim Patani, Seorang prajurit Thailand tewas dan tiga ranger militer cedera dalam ledakan bom yang terjadi kemarin pagi ketika mereka berpatroli jalan kaki untuk melindungi guru yang bepergian ke sekolah di distrik Bannang Sata, Yala kata polisi.

Kopral Sakarin Maniprawat, 26, menderita luka serius di punggung dan tubuhnya dalam ledakan kemarin dan kemudian tewas di sebuah rumah sakit setempat. sementara Ranger Militer Wichai Laosri, 37, Boonrop Wangchuay, 42, dan Surasak Hinjaroen, 26, menderita luka-luka.

Empat orang tersebut diantara delapan petugas patroli untuk mengamankan jalan yang menuju sekolah Ban Bajoh ketika sebuah bom pinggir jalan meledak saat mereka berada sekitar 300 meter jauhnya dari sekolah, kata penyelidik.

Polisi yang memeriksa potongan-potongan logam dan ponsel yang ditemukan di tempat kejadian meyakini bahwa bahan peledak dimasukkan ke dalam kotak logam dengan berat antara 3kg hingga 5kg. Bom rakitan ini disembunyikan dekat jalan dan diledakkan dari jauh dengan telepon selular ketika para prajurit tersebut lewat.

Di Rumah Sakit Daerah Yala, kepala Komando Keamanan Bersama Kasikorn Kirisri kemarin memberikan bantuan keuangan untuk tiga tentara terluka yang luka-luka dalam serangan bom jalan di kabupaten Muang Jumat lalu.

Mereka diserang oleh para pejuang Muslim saat menaiki truk militer di jalan Ban Batan-Ban Lidon. (aa/bp)

Sumber : www.voa-islam.com