Hamidah Fauziah


Belahan jiwa engkau mentari Pelita hati Kini tersenyumlah Bahagiakan-ku Dengan tulusmu Dengan cintamu Belahan jiwa ingatkan aku jika terlupa Dalam menuju tersenyumlah bahagiakanku Dengan beningmu Dengan kasihmu Engkau ku rindu Sepanjang waktu Teguhlah memandu aku Ku doakan engkau selalu

Ketika senyuman kau berikan padaku Walaupun dengan senyum malu. Saat itulah hatiku berkata bahwa engkaulah Yang harus aku dapatkan Untuk menjadi permaisuri dalam hati-ku. Kala kau berjalan Engkau sangat terjaga dengan selain muhrim-mu Saat kau di ajak berbicara Engkau bisa menjaga pandangan Engkau adalah seorang akhwat Yang kucari tuk mendampingiku Dalam mencari jalan surga-nya. Aku akan mantapkan hatiku Kau akan ku jadikan kekasih Pilihan di hati Karena kau punya budi penghias diri Wajahmu lembut hiasan pekerti yang tinggi Indahnya perhiasan duniawi. Aku tahu bahwa hati mu tulus dan suci Untuk bisa menerima Menjadikanku peneduh dalam hatimu.. Dan aku berusaha untuk meyakinkan Kedua orang tua Tuk bisa menerimamu Menjadikanmu bunga dalam keluarga Dinda ku berharap doamu Laksana penyejuk dahaga di lelahnya jiwa di setiap detik-ku..



rembulan di langit hatiku menyalalah engkau selalu temani kemana meski ku pergi mencari tempat kita tuju kan ku jaga nyalamu selalu pelita perjalananku kan ku jaga nyalamu selalu rembulan di langit hati-ku rembulan di langit hati-ku teguhlah engkau pandu aku ingatkanlah aku bila tersalah menempuh tempat kita tuju doakanlah ku di sholat malam-mu pelita perjalanku doakanlah ku di sholat malamu rembulan di langit