engkau yang tercantik di hati-ku



“tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki adalah:
istri yang shalihah yang jika di pandang membuatmu semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman,dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu.kendaraan yang baik yang bisa mengantar kemana kamu pergi.dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.

Tiga perkara yang membuatnya sengsara adalah:
Istri yang tidak membuatmu bahagia jika di pandang dan tidak bisa menjaga lidahnya juga tidak membuatmu merasa aman jika kamu pergi karena tidak bisa menjaga kehormatan diri dan hartamu,kendaraan rusak yang jika dipakai hanya membuatmu lelah dan jika kamu tinggalkan tidak bisa mengantarmu pergi dan rumah yang sempit yang tidak kamu temukan kedamaian di dalamnya.”

Kecantikan wajah terletak di nomor sekian
Jauh lebih penting dari kecantikan
Adalah kesejukan wajah anda
ketika suami memandang.

Ibnu Qayyim berkata “Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri.andaikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri.andaikan penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok.tentunya yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali.kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih memilih pasangan yang lebih buruk rupa-nya.padahal dia juga mengakui keelokan yang lain.meski begitu tidak ada kendala apa-apa di dalam hatinya karena kecocokan akhlak merupakan sesuatu yang paling di sukai manusia.dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segala-galanya.
Memang bisa saja cinta tumbuh karena sebab-sebab tertentu,tapi cinta itu akan cepat lenyap dengan lenyapnya sebab”...




Setiap istri yang melayani suami-nya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik’ikhlas dan niat yang benar,maka Allah mengampuni dosanya.pada hari kiamat kelak dirinya di beri pakaian berwarna hijau dan di catatkan untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhnya dengan seribu kebajikan dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yang berhaji dan berumroh..


Aku mesti bersabar meskipun ia menjauhiku adakah sesuatu yang dapat kulakukan selain itu apakah aku membiarkannya sedangkan hati dalam mencintainya laksana tawanan yang mendekam di balik jeruji tulang rusukku.
Haruskah aku mendengarkan celaan sedangkan cinta adalah hakimku apakah arti