bupati mengaku salah


BANYUWANGI, SENIN — Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari mengaku salah karena kurang memberi perhatian kepada TKI. Salah satu di antaranya belum membuat sejumlah kebijakan yang dapat mengatasi persoalan TKI seperti percaloan dan pelatihan.

"Saya salah. Saya baru memahami setelah mendapat penjelasan dari Pak Jumhur," kata Ratna saat menerima Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Banyuwangi, Jatim, Senin.

"Saya sadar bahwa peran pemerintah harus lebih jelas dan konkret untuk TKI," katanya.

Ia mengakui, selama ini memberi perhatian lebih banyak pada pengembangan sektor riil, seperti peternakan dan pertanian, padahal Banyuwangi memiliki potensi besar dalam hal pengembangan TKI.

Ketika Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Tenaga Kerja Kabupaten Banyuwangi Pujo Rahardjo menyampaikan kliping berita koran bahwa para TKI memberi devisa Rp 204 miliar selama tahun 2008, Bupati sempat tersentak dan berjanji untuk memberikan perhatian lebih besar kepada TKI.

"Apalagi sudah sebesar itu. Itu tak cukup dibaca, tetapi kami perlu introspeksi untuk memperbaiki diri mengurus TKI," katanya.