Ombak Tenggelamkan Enam Jungkung


BANYUWANGI - Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Plawangan, wilayah laut Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Dalam dua hari terakhir ini, enam perahu jenis jungkung milik nelayan Grajagan dan nelayan asal Desa Gutem, Kecamatan Puger, Jember, tenggelam hingga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Dari enam jungkung itu, tiga di antaranya tenggelam karena diterjang ombak besar terjadi kemarin. Ketiga perahu itu milik Paidi, 29, Rahman, keduanya nelayan asal Gutem, Puger, yang sedang boro kerja di Grajagan, dan perahu milik Ribut, 27, warga Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan. "Perahu tenggelam saat akan berangkat kerja," terang Paidi.

Paidi tidak sendirian. Dia ditemani dua rekannya, Gozali dan Tarmi. Tapi, begitu masuk di perairan Plawangan, tiba-tiba ada ombak besar yang menghantam perahunya. "Jungkung tenggelam dan kedua grayungan (dua bambu penyeimbang) patah," katanya.


Tapi beruntung, beberapa nelayan yang melihat kecelakaan laut ini segera datang untuk menolong. Sehingga, ketiga nelayan yang ada di perahu berhasil diselamatkan. "Saya tidak jadi melaut, perahu rusak dan harus diperbaiki dulu," ujarnya.

Sebelum perahu milik Paidi tenggelam, dua perahu lain milik Rahman dan Ribut juga tenggelam dan rusak saat akan kerja melaut. Keduanya, tenggelam begitu tiba di perairan Plawangan. "Ombaknya besar sekali," jelas Ribut.

Sehari sebelumnya, perairan Plawangan yang ombaknya dikenal cukup ganas ini, juga menelan korban. Tiga perahu jenis jungkung milik Suto, 43, Nur Kholis, 23, dan Sudi, ketiganya warga Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, juga tenggelam karena diterjang ombak. Perahu milik Suto dan Kholis, karam sekitar pukul 07.00. Sedang perahu milik Sudi terbalik sekitar pukul 11.00, saat akan pulang dari melaut. "Saya akan menolong Kholis, tapai malah karam," jelas Suto pada koran ini kemarin.

Menurut Suto, sekitar pukul 07.00 perahu yang dinaiki Kholis karam di perairan Plawangan saat akan bekerja. Ada perahu tenggelam, Suto bersama Sugiyono dan Sugi mencoba menolong. Tapi sial, sesampai di perairan Plawangan perahunya malah ikut karam karena ada ombak besar yang menerjang. "Perahu saya pecah hingga jadi empat," cetusnya.

Banyaknya perahu yang karam ini, masih kata Suto, akibat datangnya ombak dan angin besar. "Sejak Senin lalu, di daerah perairan Grajagan ini ombak dan anginnya cukup besar, ketinggian ombak sampai tiga meter," bebernya.