Melatih kedisiplinan terhadap waktu


Kesuksesan terhadap banyak hal amat tergantung pada kepandaian seseorang mengatur waktu,sayangnya banyak orang yang melalaikan waktu,saat sadar hanya penyesalan yang terlontarkan..

Sebenarnya keterlambatan yang kerap terjadi hingga melalaikan kewajiban itu berangkat dari keengganan seseorang menata waktunya dengan kita melihat bagaimana sikap para sahabat Rasulullah SAW dalam menghargai waktu ketika Nabi Saw datang ke madinah ,Zaid bin tsabit berusia sebelas tahun,namun dalam usianya yang begitu dini,Zaid sudah dapat menghafal enam belas surat panjang dari wahyu Al Qur’an yang telah di turunkan..Dia (Zaid) sempat mengikuti perang khandaq dan beberapa peperangan sesudahnya ....pada saat perang tabuk meletus .Rasulullah Saw menyerahkan bendera Bani Najar kepada-nya,yang semula di pegang oleh Umaroh bin Hazm,salah seorang sahabat bertanya ,kenapa bendera itu di serahkan kepada Zaid yang masih sangat muda,beliau menjawab,”Al Quran wajib di dahulukan,sedangkan Zaid orang yang lebih banyak hafalan Qur’an nya..
Selanjutnya “Rasulullah menyuruh Zaid bin Tsabit membuat surat dan mengirimkannya kepada suatu kaum.untuk mengetahui bahasa kaum tersebut,ia pun mempelajari bahasa suryani hingga mahir,selama tujuh belas hari.ia menjadi juru kunci madinah dalam urusan peradilan ,fatwa,qiraat,fara’id dalam usia tiga puluh tahun.
Demikian sejarah gemilang yang berhasil di raih oleh Sahabat Rasulullah yang mengundang kagum di hati kita,lalu timbul pertanyaan,bagaimana kiat mencapai prestasi gemilang? Tentu saja jawabanya adalah kedisiplinan tinggi dalam memanfaatkan waktu...
Akibat buruknya menata waktu seorang sahabat bernama Abdullah bin khansa’ pernah menuturkan penyesalanya telah mengecewakan Rasul.ia bercerita,”Sebelum beliau (Muhammad)di angkat menjadi Rasul aku pernah membuat janji dengan-nya untuk datang tepat waktu yang telah di tentukan.tetapi pada hari yang telah di tetapkan aku lupa,setelah lewat tiga hari.aku datang dan ternyata beliau ada di sana.Rasul Saw berkata “hai anak muda,kamu telah membuat kesulitan kepadaku.aku di sini sejak tiga hari yang lalu menunggumu (HR Abu daud).
Ini menunjukkkan betapa pentingnya waktu sampai-sampai Allah bersumpah dengan waktu dalam rangka mengingatkan akan kewajiban beriman beramal shalih dan menasehati.
Setiap makhluk hidup akan berpacu dengan waktu,meskipun semua bekerja dalam satu satuan waktu.sayangnya tidak banyak orang yang menyadari keberadaanya dalam waktu,banyak dari kita yang merasa bebas dan seolah tidak di batasi oleh sesuatu apapun,akibatnya seringkali kita terjebak pada kegiatan yang tidak membawa manfaat.Allah SWT berfirman.”tiap jiwa akan merasakan mati..kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan(yang sebenarnya)dan hanya kepada kamilah kamu di kembalikan,”(QS Al-Anbiya:35)
Rentang waktu yang panjang dari mulai kita di lahirkan hingga meninggal dunia adalah kesempatan yang di berikan Allah agar kita pandai-pandai mengisinya dengan berbagai amaliyah positif.kelak di hari akhirat nanti,semua itu akan di jadikan pertimbangan dimana nanti kita di tempatkan.
Allah SWT mengingatkan kita akan pentingnya waktu,”tiap-tiap umat mempunyai batas waktu,maka apabila telah datang batas waktu-nya.mereka tidak dapat mengundurkan-nya barang sesaat pun dan tidak pula memajukan-nya.(QS AL A’raf)
Dengan demikian umat manusia sebenarnya sedang berhadapan dengan masalah besar yaitu bagaimana memanfaatkan waktu yang amat singkat ini dengan amal shaleh yang sebesar besarnya.sementara kehidupan dunia segala perhiasan-nya menjadi penyebab kelalaian manusia.untuk itulah Rasulullah Saw mengingatkan “dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu olehnya yaitu sehat dan waktu luang.(HR Bukhari).
Al Qur’an lebih tegas menggambarkan manusia yang menyesal karena telah menyia-nyiakan kesempatan(waktu)yang telah di berikan Allah kepada-nya.”dan berkatalah orang-orang yang dzalim ‘Ya Rabb kami,beri tangguhlah kami niscaya kami akan sambut seruan dakwah engkau dan kami akan mengikuti para Rasul,’(kepada mereka di katakan),”bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia)bahwa sekali kali kamu tidak akan binasa,”(QS Ibrahim:44)
Intropeksi sejenak ,saatnya-lah buat kita berbenah diri untuk menata waktu kita dengan segala karya dan aktifitas ibadah,Allah berfirman,katakanlah kesenangan di dunia ini hanyalah sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertaqwa.,”(QS an Nisa:77)semoga kita tak termasuk orang-orang yang merugi..