Mahasiswa Otaki Curanmor

Dua kawanan pencuri kendaraan bermotor (curanmor), diringkus aparat Polsek Kalibaru dan tim Resmob Polres Banyuwangi kemarin malam. Satu dari pelaku itu, berstatus mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi (PT) swasta ternama di Jember.

Kedua tersangka adalah Bayu Triana, 19, asal Dusun Tegal Pakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, dan Muhamad Tarom, 19, warga Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan. Selain itu, barang bukti (BB) berupa motor Yamaha Vixion yang diduga hasil kejahatannya juga disita. "Dari hasil pemeriksaan, kejadian curanmor di Jember, kedua tersangka akan kita kirim ke sana (Jember)," cetus Kapolsek Kalibaru AKP Supriyadi.

Tertangkapnya dua komplotan curanmor ini, berawal dari informasi yang diberikan warga pada polisi. Dalam laporannya, warga menyampaikan kalau Tarom akan menjual motor Yamaha Vixion dengan harga Rp 4,5 juta. Padahal, motor itu masih baru. "Kita curiga, masa motor Yamaha Vixion yang harganya diatas Rp 20 juta, hanya dijual Rp 4,5 juta," terang kapolsek.

Bersama tim Resmob Polres Banyuwangi, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Setelah diketahui kalau motor yang akan dijual itu diduga hasil kejahatan, polisi mencoba memancing tersangka dengan berpura-pura akan membeli. "Saat itu motor dibawa Tarom," ungkapnya.

Upaya polisi ini ternyata berhasil, Tarom berhasil keluar dari persembunyiannya untuk menemui calon pembeli. Begitu dilihat sasaran muncul dengan membawa motor Yamaha Vixion, oleh petugas langsung ditangkap dan dibawa ke mapolsek. "Mulanya membantah kalau motor itu hasil mencuri, tapi setelah dirayu mengaku juga," cetusnya.

Dari mulut Tarom ini, polisi akhirnya mengetahui kalau kejahatan yang dilakukan oleh pengangguran itu, dilakukan berama Bayu Triana yang berstatus sebagai mahasiswa di Jember. "Kita langsung memburu Bayu, tadi malam (kemarin malam) tersangka ini kita tangkap di rumahnya," paparnya.

Dalam keterangannya pada polisi, Bayu ini diduga sebagai otak pencurian. Motor Yamaha Vixion yang dicuri itu, ternyata milik Tofa asal Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Korban ini, ternyata teman kuliah Bayu di Jember. "Motor dicuri oleh Tarom di parkir kampusnya yang ada di Jember," ujar kapolsek.

Modus pencurian yang dilakukan kedua tersangka pada 21 Januari 2009 lalu ini, ternyata juga unik. Mulanya, Bayu meminjam motor milik korban. Tanpa rasa curiga, korban menyerahkan karena sudah akrab. "Waktu pinjam, motor saya bawa ke tukang kunci di sekitar kampus, lalu saya minta dibuatkan duplikat kunci," terang Bayu pada polisi.

Duplikat kunci ini, selanjutnya oleh Bayu diserahkan ke Tarom. Kemudian, saat korban bersama Bayu tengah mengikuti kuliah di kampus, Tarom beraksi dengan mengambil motornya di parkiran kampus. "Motor itu, oleh Tarom langsung dibawa pulang ke Kalibaru," sebut Bayu.

Hampir dua pekan, motor hasil kejahatan ini dibawa oleh Tarom. Bayu yang sedang kuliah, juga sempat pulang untuk melihat hasil kejahatannya tersebut. "Lalu ada info dari warga, dan keduanya kita tangkap berikut dengan BB nya," pungkas kapolsek.