Israel Minta Dihargai Turki Setelah Disebut Berlaku Biadab di Gaza

Yerusalem, (ANTARA News) - Menlu Israel Tzipi Livni pada Ahad mengimbau pemerintah Turki menghargai Israel. Hal itu menyusul peristiwa ketika PM Turki Tayyip Erdogan memanaskan suasana pertemuan di Davos, dalam debat mengenai perang Gaza.

"Kita memiliki hubungan strategis yang penting dengan Turki, yang karena itulah mengapa saya mengharapkan Turki menghormati Israel walaupun unjukrasa di jalan-jalan dan citra yang sangat keras yang disiarkan tentang Gaza," kata Livni kepada radio publik seperti dikutip AFP.

Livni, yang partainya Kadima berhaluan tengah yang ketinggalan dalam jajak pendapat menjelang pemilu 10 Februari, mengatakan memperbaiki kembali hubungan yang rusak dengan Turki mungkin bisa dilakukan. Turki adalah salah satu dari beberapa negara Muslim yang mempunyai hubungan dengan negara Yahudi itu.

"Adalah mungkin untuk memperbaiki segalanya , kita harus berunding, bawa masalah ke meja perundingan, simpan kepentingan bersama serta perbedaan kita di pikiran," katanya.

"Hamas serta Iran menimbulkan masalah bagi semua negara di kawasan itu," katanya mengecam Turki karena "negara pertama setuju menerima satu delegasi Islam itu setelah mereka menang dalam pemilihan parlemen Januari 2006.

Erdogan, Kamis membuat panas debat mengenai perang Gaza di Forum Ekonomi Dunia di Davos setelah pertengkaran dengan Presiden Israel Shimon Peres, yang mengatakan Israel melakukan aksi-aksi "biadab" di wilayah Gaza yang dikuasai Hamas.

Turki yang berpenduduk mayoritas Muslim yang non Arab adalah sekutu utama Israel di kawasan itu sejak tahun 1996 ketika kedua negara itu menandatangani satu perjanjian kerjasama militer, yang membuat marah banyak negara Arab dan Iran